top of page

Manajemen Bencana pada Hewan Kesayangan: Panduan Lengkap Menyelamatkan Anabul Saat Darurat

Evakuasi hewan peliharaan saat bencana alam di Indonesia
Evakuasi hewan peliharaan saat bencana alam di Indonesia

Hei Sobat Fawna, pernah kepikiran nggak sih, kalau tiba-tiba banjir atau gempa, gimana nasib si anabul kita di rumah?

Jujur aja, topik ini jarang banget dibahas. Padahal, data dari BNPB menunjukkan bahwa hingga November 2025, Indonesia sudah mengalami 1.256 kejadian banjir, 732 cuaca ekstrem, dan 624 tanah longsor. Angka yang cukup bikin mikir, kan?

Yang lebih bikin sedih, di Provinsi Aceh saja, lebih dari 27.000 ekor hewan dan ternak dilaporkan mati akibat bencana banjir. Kerugiannya? Diperkirakan mencapai 27 hingga 55 miliar rupiah. Ini belum termasuk hewan kesayangan yang hilang, terluka, atau mengalami trauma berat.

Nah, artikel ini bakal ngebahas tuntas soal manajemen bencana pada hewan kesayangan. Mulai dari kenapa ini penting, apa yang harus disiapkan, sampai langkah konkret yang bisa Sobat Fawna lakukan sekarang juga.


Kenapa Hewan Harus Masuk dalam Perencanaan Bencana?

Mungkin ada yang mikir, "Ah, lebay. Hewan kan bisa survive sendiri." Well, kenyataannya nggak sesederhana itu.


Ikatan Manusia dan Hewan Itu Nyata

Buat banyak orang, anjing atau kucing bukan sekadar "peliharaan". Mereka adalah anggota keluarga. Secara hukum pun, Indonesia sudah mengakui hewan sebagai sentient beings (makhluk yang bisa merasakan) melalui Permentan No. 32 Tahun 2025 tentang Kesejahteraan Hewan.

Artinya, meninggalkan hewan saat bencana bukan cuma soal kehilangan "barang". Ini soal meninggalkan makhluk yang bergantung sepenuhnya pada kita.


Konsep One Health: Kesehatan Hewan Adalah Kesehatan Kita

Sobat Fawna pernah dengar istilah One Health? Intinya, kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan itu saling terhubung. Saat bencana, hewan yang terabaikan bisa menjadi sumber penyakit zoonosis seperti rabies, leptospirosis, infeksi jamur, scabies, bahkan cacingan.

Jadi, menyelamatkan hewan bukan cuma soal empati. Ini juga soal melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Dampak Bencana pada Hewan: Lebih Serius dari yang Sobat Fawna Kira

Kalau Sobat Fawna pikir bencana cuma bikin hewan "basah kuyup", coba lihat gambaran yang lebih lengkap.


Cedera Fisik dan Penderitaan

Hewan bisa mengalami luka akibat puing, terjebak di air kotor, atau terkena benda tajam. Tanpa pertolongan, luka ringan bisa berkembang jadi infeksi serius.


Stres Akut dan Kronis

Ini yang sering dilupakan. Hewan, terutama anjing dan kucing, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Suara keras, kepanikan manusia di sekitar, dan kehilangan tempat tinggal bisa memicu gangguan perilaku seperti fobia suara, anoreksia, gangguan tidur, hingga perilaku agresif.


Dampak Psikologis pada Pemilik

Nah, ini juga penting. Pemilik yang kehilangan hewan kesayangannya sering mengalami rasa bersalah yang dalam, kesedihan berkepanjangan, bahkan depresi dan PTSD. Jadi, mempersiapkan hewan untuk bencana juga berarti melindungi kesehatan mental kita sendiri.


4 Prinsip Utama Manajemen Bencana untuk Hewan

Berdasarkan regulasi Indonesia dan standar internasional, ada empat tahap yang perlu Sobat Fawna pahami.


1. Persiapan (Preparedness)

Tahap ini dilakukan SEBELUM bencana terjadi. Apa saja yang perlu disiapkan?

Pertama, rencana evakuasi yang mencakup hewan. Tentukan siapa yang bertanggung jawab membawa hewan, rute evakuasi, dan lokasi tujuan yang menerima hewan.

Kedua, identifikasi hewan. Pastikan hewan Sobat Fawna punya ID tag, kalung, dan kalau memungkinkan, microchip. Ini krusial untuk proses reunifikasi setelah bencana.

Ketiga, tas darurat hewan (Pet Go-Bag). Ini akan dibahas detail di bagian selanjutnya.

Keempat, edukasi keluarga dan tetangga. Pastikan semua orang di rumah tahu apa yang harus dilakukan dengan hewan saat darurat.


2. Mitigasi (Mitigation)

Ini tentang mengurangi risiko sebelum bencana menghantam. Contohnya: pastikan vaksinasi hewan Sobat Fawna lengkap, kelola lingkungan agar tidak menjadi sarang penyakit zoonosis, dan periksa keamanan kandang atau area tempat hewan biasa berada.


3. Tanggap Darurat (Response)

Saat bencana terjadi, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, triase kesehatan hewan di lokasi untuk menentukan prioritas penanganan. Kedua, evakuasi hewan yang terpisah atau terluka. Ketiga, aktivasi shelter darurat. Keempat, pendataan hewan yang luka, hilang, ditemukan, atau mati. Kelima, pemberian dukungan nutrisi dan hidrasi.


4. Pemulihan (Recovery)

Setelah situasi mulai stabil, fokusnya adalah perawatan lanjutan untuk hewan yang terluka, dukungan kesejahteraan hewan, proses reunifikasi dengan pemilik, dan yang tak kalah penting, dokumentasi pembelajaran untuk persiapan bencana selanjutnya.

Pet Go-Bag: Tas Darurat yang Wajib Sobat Fawna Siapkan SEKARANG

Oke, ini bagian paling praktis. Pet Go-Bag adalah tas darurat khusus hewan yang berisi kebutuhan dasar untuk bertahan 3 sampai 5 hari selama evakuasi. Prinsipnya: satu tas untuk satu hewan.


Isi Pet Go-Bag yang Lengkap


Makanan dan Air

Siapkan makanan kering (dry food) untuk 3 sampai 5 hari, makanan basah 3 sampai 4 kaleng, air minum bersih dalam botol tertutup, dan mangkuk lipat yang praktis dibawa.


Perlengkapan Medis dan P3K Hewan

Yang harus ada: cairan antiseptik seperti Povidone Iodine atau Betadine, perban elastis (Cohesive Bandage atau Vet Wrap), salep untuk luka terbuka, kasa steril, plester, dan sarung tangan sekali pakai.


Dokumen Penting dalam Map Tahan Air

Jangan lupa: fotokopi buku vaksin dan rekam medis, foto hewan bersama pemilik sebagai bukti kepemilikan, dan daftar nomor dokter hewan serta klinik terdekat.


Identitas dan Keamanan

ID tag dan kalung dengan info kontak terbaru, nomor microchip (kalau ada), plus leash, harness, atau carrier yang sesuai ukuran hewan Sobat Fawna.


Kesejahteraan dan Kenyamanan

Ini sering diabaikan tapi penting banget: selimut atau alas tidur familiar, mainan kecil favorit, dan benda berbau familiar seperti kaos bekas yang sering Sobat Fawna pakai. Benda-benda ini bisa membantu menenangkan hewan di situasi stres.


Perlengkapan Sanitasi

Kantong kotoran secukupnya, tisu basah tanpa alkohol, dan untuk kucing, siapkan litter box lipat beserta pasirnya.



Tips penting: Simpan tas di lokasi yang mudah dijangkau dan periksa isinya setiap 6 bulan. Ganti makanan yang sudah mendekati kadaluarsa dan pastikan dokumen masih relevan.

Panduan Pertolongan Pertama pada Hewan Saat Bencana

Kalau situasi darurat sudah terjadi, berikut langkah-langkah yang bisa Sobat Fawna lakukan sambil menunggu bantuan profesional.


Evakuasi dengan Aman

Pindahkan hewan ke area aman dan kering. Jangan pernah meninggalkan hewan sendirian atau dengan sengaja mengandangkan lalu ditinggalkan.

Hindari area dengan kabel listrik, arus air, dan runtuhan puing.

Untuk anjing, gunakan leash atau harness. Untuk kucing, masukkan ke dalam carrier. Jangan biarkan mereka bebas berkeliaran dalam situasi panik.


Tenangkan Hewan dengan Benar

Jangan panik. Hewan bisa merasakan ketakutan kita.

Bicara dengan nada tenang dan biarkan hewan bersembunyi kalau memang itu yang membuatnya merasa aman.

Jangan paksa hewan untuk diambil atau diangkat karena bisa memicu respons kabur atau gigitan. Gunakan benda favorit untuk menenangkan.


Penanganan Fisik Dasar

Jika hewan basah, segera keringkan dengan handuk untuk mencegah hipotermia.

Jika terkena air yang tercemar, bersihkan dengan air bersih. Potong rambut hewan kalau perlu untuk memudahkan pembersihan.

Jika ada luka, periksa kaki, bantalan telapak, ekor, dan area lipatan tubuh. Bersihkan dengan air bersih atau NaCl. Jangan gunakan alkohol atau hidrogen peroksida untuk luka dalam. Hindari obat manusia seperti Paracetamol karena berbahaya bagi hewan.


Kapan Harus Segera ke Dokter Hewan?

Pantau terus kondisi hewan Sobat Fawna. Segera cari pertolongan profesional jika: luka bernanah atau berbau busuk, hewan kejang, demam tinggi, bernapas cepat dan terlihat lemas, atau mengalami muntah dan diare berulang.


Kriteria Shelter Darurat Hewan yang Layak

Kalau Sobat Fawna terlibat dalam pengelolaan shelter darurat atau ingin mengevaluasi kelayakan shelter yang ada, berikut kriteria yang harus dipenuhi berdasarkan Permentan No. 14 Tahun 2024 dan Permentan No. 32 Tahun 2025.


Lokasi dan Keamanan Fisik

Shelter harus berada di area aman dari bencana susulan dengan struktur bangunan yang stabil. Ventilasi dan pencahayaan harus memadai, dan akses evakuasi harus jelas.


Kesejahteraan Hewan

Air bersih harus tersedia setiap saat. Pakan harus sesuai spesies dan kebutuhan. Area istirahat harus bersih dan kering, serta tidak boleh terjadi kepadatan berlebihan.


Zonasi dan Pemisahan

Harus ada pemisahan antarspesies (anjing dan kucing tidak boleh dicampur), pemisahan antara hewan sehat dan sakit, serta area karantina tersedia untuk hewan yang membutuhkan pengawasan khusus.


Layanan Kesehatan dan Pendataan

Idealnya tersedia dokter hewan atau minimal petugas terlatih. Sistem triase kesehatan harus diterapkan dan obat serta P3K hewan tersedia. Setiap hewan harus terdata saat masuk shelter, identitas pemilik tercatat, dan microchip dipindai jika ada.


Dasar Hukum Manajemen Bencana Hewan di Indonesia

Untuk Sobat Fawna yang butuh referensi legal, berikut regulasi yang relevan.

UU No. 41 Tahun 2014 jo UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan landasan umum pengelolaan kesehatan hewan.

UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengatur kerangka kerja nasional dalam penanganan bencana.

Permentan No. 14 Tahun 2024 tentang Penanganan Hewan pada Bencana Alam secara spesifik mengatur prosedur penanganan hewan saat bencana.

Permentan No. 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan menetapkan standar kesejahteraan yang harus dipenuhi dalam kondisi apapun, termasuk bencana.


Kesimpulan: Selamatkan Hewan, Selamatkan Kita Semua

Inti dari semua pembahasan ini sebenarnya sederhana: hewan adalah bagian penting dalam manajemen bencana. Menyelamatkan hewan bukan cuma soal empati atau kasih sayang. Ini soal melindungi kesehatan manusia, menjaga keseimbangan lingkungan, dan meminimalkan kerugian ekonomi.

Langkah paling konkret yang bisa Sobat Fawna lakukan sekarang? Siapkan Pet Go-Bag untuk setiap hewan kesayangan. Pastikan identitasnya lengkap. Dan diskusikan rencana evakuasi dengan keluarga.

Karena saat bencana datang, kita nggak punya waktu untuk berpikir. Yang ada cuma waktu untuk bertindak.


Stay safe, Sobat Fawna. Jaga selalu anabul kesayangan kalian.



FAQ 

Q: Apa itu Pet Go-Bag?

A: Pet Go-Bag adalah tas darurat khusus hewan yang berisi kebutuhan dasar untuk bertahan 3-5 hari selama evakuasi bencana, termasuk makanan, air, obat-obatan, dokumen, dan perlengkapan kenyamanan.

Q: Kapan harus membawa hewan ke dokter hewan saat bencana?

A: Segera bawa ke dokter hewan jika hewan mengalami luka bernanah, kejang, demam tinggi, kesulitan bernapas, lemas, atau muntah dan diare berulang.

Q: Apakah ada regulasi Indonesia tentang penanganan hewan saat bencana?

A: Ya, Permentan No. 14 Tahun 2024 secara khusus mengatur penanganan hewan pada bencana alam, dan Permentan No. 32 Tahun 2025 mengatur standar kesejahteraan hewan.

Q: Berapa sering harus memeriksa isi Pet Go-Bag?

A: Periksa dan perbarui isi Pet Go-Bag setiap 6 bulan untuk memastikan makanan tidak kadaluarsa dan dokumen masih relevan.

 
 
 

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page